Selasa, 12 Agustus 2025

Keutamaan Menghafal Al-Qur’an Menurut Hadits dan Ulama

Kitadankata.com -- Menghafal Al-Qur’an adalah salah satu amal mulia yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam. Para penghafal Al-Qur’an (huffaz) bukan hanya menjaga lafadz ayat-ayat suci, tetapi juga menjadi penjaga warisan ilahi yang Allah turunkan sebagai petunjuk hidup. Keutamaan ini ditegaskan dalam banyak hadis Rasulullah SAW dan penjelasan para ulama.

Allah SWT berfirman:


بَلْ هُوَ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ فِيْ صُدُوْرِ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْعِلْمَۗ وَمَا يَجْحَدُ بِاٰيٰتِنَآ اِلَّا الظّٰلِمُوْنَ


Artinya: “Sebenarnya, ia (Al-Qur’an) adalah ayat-ayat yang jelas di dalam dada orang-orang yang berilmu. Tidaklah mengingkari ayat-ayat Kami, kecuali orang-orang zalim.” {QS. Al-‘Ankabut: 49}

Ayat ini menunjukkan bahwa menghafal Al-Qur’an adalah tanda kemuliaan ilmu dan bukti kedekatan hati seseorang dengan kitab Allah.

Keutamaan Menghafal Al-Qur’an Menurut Hadis

Rasulullah SAW memberikan kabar gembira kepada para penghafal Al-Qur’an:


يقالُ لصاحبِ القرآن: اقرَأ وارتَقِ، ورتِّل كما كُنْتَ ترتِّل في الدُنيا، فإن منزِلَكَ عندَ آخرِ آية تقرؤها

 

“Akan dikatakan kepada orang yang memiliki (menghafal) Al-Qur’an: Bacalah dan naiklah, serta tartilkan sebagaimana engkau tartilkan di dunia, karena kedudukanmu di surga sesuai ayat terakhir yang engkau baca.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Hadits ini menjadi motivasi besar, karena setiap ayat yang dihafal bukan hanya memberi pahala di dunia, tetapi juga menaikkan derajat di akhirat.

Rasulullah SAW juga bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Sebaik-baik kalian Adalah yang belajar Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhori)

Menghafal Al-Qur’an termasuk bagian dari belajar, dan mengajarkannya menjadi kelanjutan amal yang pahalanya terus mengalir.

Pandangan Ulama Tentang Menghafal Al-Qur’an

Para ulama menegaskan bahwa menghafal Al-Qur’an adalah fardhu kifayah, yaitu kewajiban kolektif umat. Imam Nawawi rahimahullah dalam At-Tibyan fi Adab Hamalatil Qur’an menyebutkan bahwa penghafal Al-Qur’an memiliki kemuliaan khusus di sisi Allah dan akan mendapat syafaat di hari kiamat.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan, menghafal Al-Qur’an adalah bentuk penjagaan yang paling utama, karena selain menjaga lafadz, seorang hafidz juga menjaga makna dengan mengamalkannya.

Menghafal Al-Qur’an: Amanah dan Tanggung Jawab

Keutamaan menghafal Al-Qur’an sebanding dengan tanggung jawabnya. Rasulullah SAW memperingatkan agar penghafal Al-Qur’an tidak lalai, karena hafalan bisa hilang jika tidak dijaga. Hal ini selaras dengan sabda beliau:


تَعَاهَدُوا هَذَا الْقُرْآنَ، فَوَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَهُوَ أَشَدُّ تَفَلُّتًا مِنَ الْإِبِلِ فِي عُقُلِهَا


“Jagalah Al-Qur’an ini, demi Dzat yang jiwaku (Muhammad) berada di tangan-Nya, sungguh ia lebih cepat lepas daripada unta yang lepas dari talinya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menghafal Al-Qur’an bukan sekadar kebanggaan, melainkan amanah besar. Ia adalah jalan menuju kemuliaan di dunia dan akhirat, syafa'at di hari kiamat, dan derajat tinggi di surga. Hadits-hadits Nabi dan pandangan para ulama telah menegaskan betapa tingginya kedudukan para penjaga kalamullah.

Maka, bagi siapa pun yang diberi kemampuan menghafalnya, hendaknya bersyukur dan berusaha menjaganya seumur hidup. Sebab, Al-Qur’an adalah cahaya yang akan menuntun langkah hingga pertemuan dengan Allah kelak.

Wallahu 'alam bishawab. . . 

Penulis : Zakiaaa