![]() |
Cara Rasulullah Saw Mendidik Anak Kecil yang Membangkang |
Kitadankata.com -- Mendidik anak adalah amanah besar yang memerlukan kesabaran, kelembutan, dan kebijaksanaan. Tidak semua anak patuh sejak kecil, sebagian anak terkadang membangkang, melawan nasihat, atau sulit diatur. Dalam menghadapi kondisi ini, Rasulullah ﷺ telah memberikan teladan yang sangat indah tentang cara mendidik anak kecil, bahkan ketika mereka bersikap keras kepala atau melanggar aturan.
1. Rasulullah ﷺ Menggunakan Pendekatan Lembut, Bukan Kekerasan
Anak kecil memiliki hati yang lembut, namun mudah tersakiti jika dihadapi dengan marah atau kekerasan. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ، وَلَا يُنْزَعُ مِنْ شَيْءٍ إِلَّا شَانَهُ
"Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya, dan tidaklah dicabut dari sesuatu melainkan akan membuatnya buruk." (HR. Muslim)
Ketika anak membangkang, Rasulullah ﷺ tidak terburu-buru memarahi. Beliau memahami bahwa anak-anak masih belajar memahami benar dan salah, sehingga kesalahan mereka lebih tepat dihadapi dengan bimbingan lembut.
![]() |
Gunakan pendekatan lembut dan hangat |
2. Memberi Teladan yang Baik
Salah satu metode pendidikan Rasulullah ﷺ adalah mendidik dengan contoh nyata, bukan hanya kata-kata. Anak-anak lebih mudah meniru daripada sekadar mendengar.
Contoh nyata adalah ketika Rasulullah ﷺ mengajarkan adab makan kepada anak kecil. Dalam riwayat, Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma menceritakan:
يَا غُلَامُ، سَمِّ اللهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ، وَكُلْ مِمَّا يَلِيكَ
"Wahai anak kecil, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu." (HR. Bukhari dan Muslim)
Beliau memanggil dengan sapaan penuh kasih, kemudian memberikan arahan singkat, jelas, dan disertai contoh.
3. Memanggil dengan Nama atau Julukan yang Baik
Alih-alih memanggil dengan nada marah, Rasulullah ﷺ memanggil anak dengan nama atau panggilan penuh kasih. Ini membuat anak merasa dihargai meskipun sedang ditegur.
Beliau memanggil Anas bin Malik (yang saat itu masih kecil) dengan panggilan sayang "Ya Bunayya" (Wahai anakku sayang), walaupun Anas pernah melakukan kesalahan atau lalai menjalankan tugas.
![]() |
Berikan teladan yang baik |
4. Tidak Mempermalukan di Depan Orang Lain
Salah satu prinsip Rasulullah ﷺ adalah menjaga harga diri anak. Ketika menegur kesalahan, beliau melakukannya dengan cara yang tidak membuat anak malu di hadapan orang banyak.
Misalnya, jika ada anak membangkang, beliau bisa mengatakan secara umum:
"Mengapa ada orang yang melakukan ini…" tanpa menyebut nama, sehingga pesan tersampaikan tanpa membuat anak merasa disudutkan.
5. Memberi Kesempatan untuk Memperbaiki
Anak kecil yang membangkang tidak langsung dianggap nakal selamanya. Rasulullah ﷺ memberi kesempatan untuk berubah, dan bahkan memuji ketika anak menunjukkan kemajuan.
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata:
"Aku telah melayani Rasulullah ﷺ selama 10 tahun. Beliau tidak pernah berkata kepadaku ‘Ah’ sekalipun, dan tidak pernah berkata terhadap sesuatu yang aku lakukan, ‘Mengapa engkau lakukan ini?’ atau terhadap sesuatu yang tidak aku lakukan, ‘Mengapa engkau tidak melakukannya?’" (HR. Muslim)
Ini menunjukkan kesabaran Rasulullah ﷺ dalam membimbing tanpa membebani anak dengan kemarahan.
![]() |
Berikan kesempatan untuk memperbaiki |
Mendidik anak kecil yang membangkang bukanlah dengan kekerasan, tetapi dengan kelembutan, teladan, nasihat yang bijak, dan doa. Rasulullah ﷺ menunjukkan bahwa kesabaran adalah kunci, bahkan kesalahan anak bisa menjadi momen berharga untuk membentuk akhlak mereka.
Prinsip utama yang diajarkan Rasulullah ﷺ adalah: bimbing dengan cinta, tegur dengan adab, dan tuntun dengan teladan.
Penulis: A'yun
Sumber Gambar: Pinterest