Kitadankata.com -- Iman dan Al-Qur'an ibarat dua sisi yang tidak terpisahkan dalam kehidupan seorang muslim. Iman menjadi fondasi keyakinan, sementara Al-Qur'an adalah panduan yang menuntun setiap langkah. Keduanya saling menguatkan, iman menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur'an, dan Al-Qur'an meneguhkan iman di hati.
Allah SWT berfirman:
اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ
وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ
اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ
Artinya: “Sesungguhnya
orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah gemetar hatinya
dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan
hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal." {QS. Al-Anfal: 2}
Ayat ini
menunjukkan bahwa interaksi dengan Al-Qur’an seperti mendengar, membaca, atau
merenungkannya, menjadi salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan iman.
Al-Qur’an: Peneguh Keyakinan
Bagi seorang
Muslim, iman bukan sekadar pengakuan di lisan, tetapi keyakinan yang hidup di
hati dan tercermin dalam amal. Al-Qur’an berperan sebagai peneguh keyakinan
tersebut. Ketika seorang mukmin membaca kisah para nabi, janji-janji Allah, dan
peringatan-Nya, hatinya akan semakin mantap menghadapi cobaan hidup.
Rasulullah SAW bersabda:
مَثَلُ
الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ، رِيحُهَا
طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ
“Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah
utrujjah: aromanya harum dan rasanya enak.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini
mengisyaratkan bahwa iman yang dipadu dengan bacaan Al-Qur’an melahirkan
pribadi Muslim yang indah akhlaqnya dan menenangkan bagi sekitarnya.
Al-Qur’an Menghidupkan Iman dalam Kehidupan Sehari-hari
Iman yang kokoh
harus tercermin dalam perilaku. Al-Qur’an menjadi panduan praktis bagaimana
seorang Muslim bersikap: jujur dalam pekerjaan, sabar dalam ujian, adil dalam
memutuskan perkara, dan penuh kasih dalam berinteraksi.
Contohnya,
perintah untuk berkata baik dan menghindari ucapan yang menyakiti hati orang
lain adalah bagian dari implementasi iman yang dijelaskan dalam Al-Qur’an.
Bahkan, dalam setiap ibadah shalat, zakat, puasa, Al-Qur’an memberikan arahan
yang jelas agar ibadah tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi benar-benar
menghidupkan iman.
Jadi, hubungan iman
dan Al-Qur’an adalah hubungan yang saling menguatkan. Semakin kita mendalami
Al-Qur’an, semakin bertambah iman kita. Dan semakin kuat iman, semakin besar
keinginan kita untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.
Maka, jadikan
Al-Qur’an sahabat dalam setiap fase kehidupan. Bacalah ketika hati tenang
untuk mensyukuri nikmat, dan bacalah ketika hati gelisah untuk menemukan
ketenangan. Sebab, iman akan tumbuh subur bila disirami dengan ayat-ayat suci
yang Allah turunkan sebagai cahaya kehidupan.
Wallahu 'alam bishawab
Penulis : Zakiaaa