Tampilkan postingan dengan label Hubungan iman dan Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hubungan iman dan Al-Qur'an. Tampilkan semua postingan

Selasa, 12 Agustus 2025

Hubungan Iman dan Al-Qur’an dalam Kehidupan Muslim

Kitadankata.com -- Iman dan Al-Qur'an ibarat dua sisi yang tidak terpisahkan dalam kehidupan seorang muslim. Iman menjadi fondasi keyakinan, sementara Al-Qur'an adalah panduan yang menuntun setiap langkah. Keduanya saling menguatkan, iman menumbuhkan kecintaan kepada Al-Qur'an, dan Al-Qur'an meneguhkan iman di hati. 

Allah SWT berfirman:


اِنَّمَا الْمُؤْمِنُوْنَ الَّذِيْنَ اِذَا ذُكِرَ اللّٰهُ وَجِلَتْ قُلُوْبُهُمْ وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ

 

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang mukmin adalah mereka yang jika disebut nama Allah gemetar hatinya dan jika dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhannya mereka bertawakal." {QS. Al-Anfal: 2}

Ayat ini menunjukkan bahwa interaksi dengan Al-Qur’an seperti mendengar, membaca, atau merenungkannya, menjadi salah satu cara paling efektif untuk meningkatkan iman.

Al-Qur’an: Peneguh Keyakinan

Bagi seorang Muslim, iman bukan sekadar pengakuan di lisan, tetapi keyakinan yang hidup di hati dan tercermin dalam amal. Al-Qur’an berperan sebagai peneguh keyakinan tersebut. Ketika seorang mukmin membaca kisah para nabi, janji-janji Allah, dan peringatan-Nya, hatinya akan semakin mantap menghadapi cobaan hidup.

Rasulullah SAW bersabda:


مَثَلُ الْمُؤْمِنِ الَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ كَمَثَلِ الْأُتْرُجَّةِ، رِيحُهَا طَيِّبٌ وَطَعْمُهَا طَيِّبٌ


“Perumpamaan orang beriman yang membaca Al-Qur’an adalah seperti buah utrujjah: aromanya harum dan rasanya enak.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mengisyaratkan bahwa iman yang dipadu dengan bacaan Al-Qur’an melahirkan pribadi Muslim yang indah akhlaqnya dan menenangkan bagi sekitarnya.

Al-Qur’an Menghidupkan Iman dalam Kehidupan Sehari-hari

Iman yang kokoh harus tercermin dalam perilaku. Al-Qur’an menjadi panduan praktis bagaimana seorang Muslim bersikap: jujur dalam pekerjaan, sabar dalam ujian, adil dalam memutuskan perkara, dan penuh kasih dalam berinteraksi.

Contohnya, perintah untuk berkata baik dan menghindari ucapan yang menyakiti hati orang lain adalah bagian dari implementasi iman yang dijelaskan dalam Al-Qur’an. Bahkan, dalam setiap ibadah shalat, zakat, puasa, Al-Qur’an memberikan arahan yang jelas agar ibadah tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi benar-benar menghidupkan iman.

Jadi, hubungan iman dan Al-Qur’an adalah hubungan yang saling menguatkan. Semakin kita mendalami Al-Qur’an, semakin bertambah iman kita. Dan semakin kuat iman, semakin besar keinginan kita untuk membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.

Maka, jadikan Al-Qur’an sahabat dalam setiap fase kehidupan. Bacalah ketika hati tenang untuk mensyukuri nikmat, dan bacalah ketika hati gelisah untuk menemukan ketenangan. Sebab, iman akan tumbuh subur bila disirami dengan ayat-ayat suci yang Allah turunkan sebagai cahaya kehidupan.

Wallahu 'alam bishawab

Penulis : Zakiaaa