![]() |
Kisah Turunnya Al-Qur'an dan Peranannya dalam Sejarah Islam |
Kitadankata.com -- Al-Qur’an adalah kitab suci terakhir yang diturunkan Allah ﷻ sebagai petunjuk dan rahmat bagi seluruh alam. Ia tidak hanya menjadi sumber hukum, tetapi juga menjadi cahaya yang membimbing hati manusia menuju jalan yang benar. Kisah turunnya Al-Qur’an merupakan peristiwa monumental yang mengubah jalannya sejarah dunia, mengangkat bangsa dari kegelapan jahiliyah menuju puncak peradaban yang berlandaskan tauhid, keadilan, dan ilmu pengetahuan.
![]() |
Al-Qur'an sebagai pedoman hidup |
Awal Turunnya Al-Qur’an
Al-Qur’an diturunkan pertama kali oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW pada tanggal 17 Ramadhan. Peristiwa ini kemudian dikenal dengan sebutan Nuzulul Qur’an atau turunnya Al-Qur’an. Diceritakan oleh Syekh M Ali As-Shabuni, bahwa pada saat Al-Qur’an turun Rasulullah SAW berusia 40 tahun, sekitar tahun 608-609 M. Kala itu, Rasulullah sedang beruzlah di gua Hira (sekira 5 kilometer dari Makkah), tiba-tiba Jibril datang membawa wahyu. Jibril memeluk dan melepaskan Rasulullah SAW. Hal ini diulanginya sebanyak 3 kali. Setiap kali memeluk, Jibril mengatakan, “Iqra’!” artinya “Bacalah.”
“Aku tidak mengenal bacaan,” jawab Rasulullah.
Kemudian Malaikat Jibril membaca Surah Al-‘Alaq ayat 1-5:
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ
Artinya: “Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah! Tuhanmulah Yang Mahamulia, yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya." (Surah Al-‘Alaq: 1-5)
Ini merupakan awal mula turun wahyu, awal mula turun Al-Qur’an. Sebelum peristiwa agung ini terjadi, beberapa petunjuk mengisyaratkan semakin dekatnya turun wahyu dan kenabian Rasulullah SAW. Sebagian tanda itu adalah mimpi Rasulullah yang disusul dengan peristiwa nyata sesuai dengan mimpinya. Tanda lainnya adalah kesenangan uzlah (menyepi) Rasulullah SAW menjelang turunnya wahyu.
![]() |
Al-Qur'an sumber kekuatan dan keteguhan |
Tahapan Turunnya Al-Qur’an
Para ulama menjelaskan bahwa proses turunnya Al-Qur’an memiliki dua tahap besar:
1. Tahap Pertama – Al-Qur’an diturunkan secara keseluruhan dari Lauh Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia.
2. Tahap Kedua – Dari Baitul ‘Izzah, Al-Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad ﷺ selama 23 tahun, yaitu:
- 13 tahun di Makkah: Ayat-ayat fokus pada peneguhan aqidah, tauhid, dan kesabaran menghadapi penentangan.
- 10 tahun di Madinah: Ayat-ayat memuat hukum-hukum sosial, politik, ekonomi, jihad, dan tatanan masyarakat.
Turunnya secara bertahap ini memiliki hikmah yang besar. Allah ﷻ berfirman:
وَقُرْاٰنًا فَرَقْنٰهُ لِتَقْرَاَهٗ عَلَى النَّاسِ عَلٰى مُكْثٍ وَّنَزَّلْنٰهُ تَنْزِيْلًا
“Al-Qur’an Kami turunkan berangsur-angsur agar engkau (Nabi Muhammad) membacakannya kepada manusia secara perlahan-lahan dan Kami benar-benar menurunkannya secara bertahap.” (QS. Al-Isra’: 106)
Hikmah turunnya Al-Qur’an secara bertahap antara lain:
• Memudahkan penghafalan dan pemahaman bagi para sahabat.
• Menjawab peristiwa dan pertanyaan yang muncul sesuai waktu kejadian.
• Meneguhkan hati Nabi dan para pengikutnya saat menghadapi ujian.
• Mendidik umat secara bertahap agar siap menerima hukum-hukum syariat.
![]() |
Al-Qur'an menghapus tradisi jahiliyah |
Peranan Al-Qur’an dalam Sejarah Islam
Sejak awal turunnya, Al-Qur’an memegang peranan yang sangat besar dalam membentuk sejarah dan peradaban Islam. Peranannya dapat dilihat dalam beberapa aspek berikut:
1. Sebagai Pedoman Hidup
Al-Qur’an memberikan aturan yang mencakup seluruh aspek kehidupan, mulai dari ibadah, etika, hukum, hingga hubungan sosial dan pemerintahan.
2. Menghapus Tradisi Jahiliyah
Sebelum datangnya Al-Qur’an, masyarakat Arab berada dalam kegelapan akhlak, menyembah berhala, menindas kaum lemah, dan hidup dalam perpecahan. Al-Qur’an menghapus tradisi tersebut dan menggantinya dengan prinsip tauhid, persamaan derajat, dan keadilan.
3. Mendorong Perkembangan Ilmu Pengetahuan
Banyak ayat Al-Qur’an yang mendorong umat untuk berpikir, merenung, dan meneliti alam. Hal ini melahirkan generasi ilmuwan muslim yang berjasa bagi dunia.
4. Mempererat Persaudaraan Umat
Ayat-ayat Al-Qur’an mempersatukan umat Islam dalam satu aqidah, menjadikan mereka bagaikan satu tubuh yang saling membantu dan melindungi.
5. Menjadi Sumber Kekuatan dan Keteguhan
Dalam masa-masa sulit, ayat-ayat Al-Qur’an menjadi penguat hati bagi Nabi ﷺ dan para sahabat. Ia menjadi sumber motivasi untuk tetap berjuang menegakkan kebenaran.
![]() |
Al-Qur'an awal kisah peradaban islam |
Kisah turunnya Al-Qur’an adalah kisah agung yang menjadi awal cahaya peradaban Islam. Ia tidak hanya mengubah kehidupan masyarakat Arab, tetapi juga membawa pengaruh besar bagi dunia. Peranannya dalam sejarah Islam begitu besar: sebagai petunjuk, pembeda antara yang benar dan salah, serta sumber inspirasi yang tak pernah padam.
Allah ﷻ berfirman:
اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ
“Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar.” (QS. Al-Isra’: 9)
Dengan memahami sejarah turunnya Al-Qur’an dan peranannya, kita semakin menyadari betapa pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup yang diamalkan dalam setiap aspek kehidupan.
Penulis: A'yun
Sumber Gambar: Pinterest