اِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاۤئِ ذِى الْقُرْبٰى وَيَنْهٰى عَنِ الْفَحْشَاۤءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
Artinya: “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil, berbuat kebajikan, dan memberikan bantuan kepada kerabat. Dia (juga) melarang perbuatan keji, kemungkaran, dan permusuhan. Dia memberi pelajaran kepadamu agar kamu selalu ingat." {QS. An-Nahl: 90}
Tafsir Ayat
Perintah Allah:
- Berlaku
adil — Menempatkan sesuatu pada
tempatnya, baik dalam ucapan, perbuatan, maupun penilaian.
- Berbuat
ihsan — Melakukan kebaikan melebihi
standar keadilan, misalnya memaafkan meski bisa membalas.
- Memberi
kepada kerabat —
Memperhatikan dan membantu keluarga, baik secara materi maupun perhatian.
Larangan Allah:
- Fahsyā’ — Segala bentuk perbuatan keji, seperti
zina, ghibah, atau ucapan kotor.
- Munkar — Segala perbuatan yang dilarang syariat
dan bertentangan dengan fitrah.
- Baghy — Permusuhan, aniaya, atau melampaui batas terhadap hak orang lain.
Penerapan dalam Kehidupan Sehari-hari
Dalam akhlaq: Ayat ini menuntun kita untuk bersikap adil di tempat kerja, tidak
memihak tanpa alasan yang benar, serta memperlakukan orang dengan hormat. Ihsan
dapat diterapkan dengan memberi lebih dari yang diminta atau membantu tanpa
diminta.
Dalam ibadah: Adil juga berarti menjaga hak Allah dengan melaksanakan shalat
tepat waktu, dan hak manusia dengan memenuhi janji. Ihsan dalam ibadah dapat
berupa melaksanakan ibadah dengan penuh kekhusyukan.
Dalam hubungan sosial: Ayat ini mendorong kita menjaga silaturahmi, membantu keluarga yang membutuhkan, dan menghindari pertengkaran serta kebencian.
Wallahu 'alam bishawab
Penulis : Zakiaaa