Kamis, 07 Agustus 2025

Membangun Keluarga Cinta Al-Qur'an: Menumbuhkan Iman dari Rumah

Membangun Keluarga Cinta Al-Qur'an: Menumbuhkan Iman dari Rumah

Kitadankata.com -- Rumah adalah madrasah pertama bagi anak. Di sanalah cinta pertama tertanam, dan di sanalah pula cinta kepada Allah dan Al-Qur’an seharusnya tumbuh. Ketika sebuah keluarga menjadikan Al-Qur’an sebagai pusat kehidupan, maka rumah itu akan dipenuhi cahaya, keberkahan, dan ketenangan. Cinta Al-Qur’an yang ditanam sejak dari rumah akan menjadi akar kokoh bagi keimanan generasi penerus.

Al-Qur’an sebagai Cahaya dalam Rumah

Allah Ta’ala berfirman:

اِنَّ هٰذَا الْقُرْاٰنَ يَهْدِيْ لِلَّتِيْ هِيَ اَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ الْمُؤْمِنِيْنَ الَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ الصّٰلِحٰتِ اَنَّ لَهُمْ اَجْرًا كَبِيْرًاۙ

Sesungguhnya Al-Qur’an ini memberi petunjuk ke (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang mukmin yang mengerjakan kebajikan bahwa bagi mereka ada pahala yang sangat besar (QS. Al-Isra: 9)

Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan hanya kitab suci yang dibaca, tetapi petunjuk hidup yang membimbing keluarga menuju jalan lurus dan keberkahan. Keluarga yang rutin membaca, mengamalkan, dan mengajarkan Al-Qur’an akan dipenuhi dengan nilai-nilai keimanan, kesabaran, dan kasih sayang.

Waktu bersama Al-Qur'an adalah momen keluarga

Hadis tentang Rumah yang Dihiasi Al-Qur’an

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي يُقْرَأُ فِيهِ الْقُرْآنُ يَكْثُرُ خَيْرُهُ، وَيَتَّسِعُ عَلَى أَهْلِهِ، وَتَحْضُرُهُ الْمَلَائِكَةُ، وَتَهْجُرُهُ الشَّيَاطِينُ، وَإِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي لَا يُقْرَأُ فِيهِ الْقُرْآنُ تَقِلُّ بَرَكَتُهُ، وَيَضِيقُ عَلَى أَهْلِهِ، وَتَهْجُرُهُ الْمَلَائِكَةُ، وَتَحْضُرُهُ الشَّيَاطِينُ

"Sesungguhnya rumah yang di dalamnya dibacakan Al-Qur’an akan bertambah kebaikannya, dilapangkan bagi penghuninya, didatangi para malaikat, dan dijauhi oleh setan. Sedangkan rumah yang tidak dibacakan Al-Qur’an akan sedikit berkahnya, sempit bagi penghuninya, dijauhi malaikat, dan didatangi setan." (HR. Ad-Darimi)

Betapa indahnya janji Rasulullah ﷺ ini. Rumah yang dihiasi dengan lantunan ayat-ayat suci akan berubah menjadi taman surga di dunia. Anak-anak yang tumbuh dalam suasana cinta Al-Qur’an akan terbentuk jiwanya menjadi lembut, kokoh, dan bertakwa.

Menumbuhkan Cinta Al-Qur’an dalam Keluarga

1. Orang Tua Sebagai Teladan

Anak-anak tidak hanya belajar dari nasihat, tetapi dari contoh nyata. Jika orang tua menjadikan Al-Qur’an sebagai bagian dari rutinitas harian seperti membaca, mentadabburi, dan mengamalkan, maka anak-anak pun akan tumbuh mencintainya.

2. Jadikan Waktu Al-Qur’an Sebagai Momen Keluarga

Luangkan waktu harian, walau hanya 10-15 menit, untuk membaca Al-Qur’an bersama. Ini bisa menjadi kegiatan menjelang tidur, setelah Maghrib, atau waktu-waktu yang disepakati.

3. Libatkan Anak dalam Aktivitas Qurani

Ajak anak mengikuti halaqah, tahfidz, atau lomba-lomba islami. Jadikan Al-Qur’an sebagai kebanggaan, bukan beban.

4. Hiasi Rumah dengan Suasana Qurani

Putarkan murattal, tempelkan ayat-ayat motivasi di dinding rumah, dan ciptakan suasana yang menenangkan hati dengan Al-Qur’an.

Orangtua sebagai teladan

Kisah Ulama: Cinta Al-Qur’an Sejak dari Rumah

Imam Malik Rahimahullah

Ibunda Imam Malik sangat berperan besar dalam tumbuhnya cinta Al-Qur’an dan ilmu dalam diri beliau. Ibunya memakaikan pakaian terbaik ketika akan belajar kepada ulama, dan menasihatinya:

"Pergilah kepada Rabi’ah, pelajarilah darinya adab sebelum ilmu."

Sejak kecil, Imam Malik dididik dalam rumah yang menjunjung Al-Qur’an dan ilmu, hingga ia tumbuh menjadi ulama besar Madinah.

Imam Asy-Syafi’i Rahimahullah

Diriwayatkan bahwa Imam Asy-Syafi’i telah menghafal Al-Qur’an sejak usia 7 tahun. Ibunya adalah sosok yang sangat perhatian terhadap pendidikan agama anaknya, walau dalam keterbatasan ekonomi. Ia mendampingi dan mendorong Syafi’i kecil untuk menghafal dan memahami Al-Qur’an. Inilah bukti bahwa rumah yang membangun cinta Al-Qur’an akan melahirkan generasi pemimpin umat yang menjadikan Al-Qur'an sebagai teladannya.

Cinta Al-Qur'an sejak dari rumah

Membangun keluarga cinta Al-Qur’an bukan perkara instan. Ia butuh keteladanan, kesabaran, dan konsistensi. Namun hasilnya akan tampak nyata dalam kepribadian anak-anak yang lembut, jujur, penyayang, dan bertakwa.

Mari kita mulai dari rumah. Jadikan rumah kita taman cahaya, tempat di mana Al-Qur’an dibaca, dipelajari, dan diamalkan. Sebab dari rumah yang cinta Al-Qur’an, akan lahir generasi pecinta Al-Qur’an.


Penulis: A'yun

Sumber Gambar: Pinterest