Kitadankata.com - Al-Qur’an adalah kalam Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai pedoman hidup bagi seluruh umat manusia. Di dalamnya terdapat petunjuk, rahmat, dan cahaya bagi hati yang membacanya. Karena itu, membaca Al-Qur’an bukan hanya sekadar ibadah, tetapi juga sumber ketenangan, pengingat, dan penuntun hidup.
Banyak hadis yang menjelaskan tentang keutamaan
membaca Al-Qur’an, baik secara umum maupun khusus. Rasulullah Saw. sendiri
menegaskan bahwa membaca Al-Qur’an adalah ibadah yang paling utama.
قَالَ
رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي
قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ
"Sebaik-baiknya ibadah umatku adalah membaca
Al-Qur’an." (HR. Al-Baihaqi, dari An-Nu‘man bin Basyir)
Imam An-Nawawi dalam Riyadhus Shalihin
bahkan membuat bab khusus tentang keutamaan membaca Al-Qur’an. Berikut
penjelasan beberapa di antaranya:
1. Al-Qur’an Akan Menjadi Syafaat di Hari Kiamat
Di akhirat kelak, setiap orang akan memerlukan
penolong atau syafaat. Rasulullah Saw. memberi kabar gembira bahwa Al-Qur’an
akan datang menjadi pembela bagi para pembacanya. Rasulullah Saw. bersabda:
اقْرَؤُا القُرْآنَ فإِنَّهُ
يَأْتي يَوْم القيامةِ شَفِيعاً لأصْحابِهِ
"Bacalah Al-Qur’an, karena sesungguhnya ia
akan datang pada hari kiamat memberi syafaat kepada para pembacanya." (HR. Muslim, dari
Abu Umamah ra)
Ini artinya, setiap huruf yang kita baca bukan
hanya bernilai pahala, tetapi juga akan menjadi saksi kebaikan dan penolong
ketika kita membutuhkannya.
2. Pelajar dan Pengajar Al-Qur’an adalah Sebaik-baik Manusia
Tidak semua orang bisa menjadi yang terbaik di
dunia, tetapi Rasulullah Saw. memberi jalan yaitu dengan mempelajari Al-Qur’an
dan mengajarkannya. Rasulullah Saw. bersabda:
خَيركُم
مَنْ تَعَلَّمَ القُرْآنَ وَعلَّمهُ
"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari
Al-Qur’an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari, dari Utsman bin Affan ra)
Keutamaan ini berlaku bagi siapa saja, baik yang mengajar secara formal maupun yang membimbing keluarga, teman, atau anak-anaknya membaca dan memahami Al-Qur’an.
3. Bersama Para Malaikat di Akhirat
Membaca Al-Qur’an dengan lancar adalah anugerah
yang besar. Orang yang mahir membacanya akan mendapatkan kedudukan istimewa
kelak di akhirat. Rasulullah Saw. bersabda:
الَّذِي يَقرَأُ القُرْآنَ وَهُو
ماهِرٌ بِهِ معَ السَّفَرةِ الكرَامِ البررَةِ
"Orang yang membaca Al-Qur’an dan ia mahir membacanya, maka ia akan
bersama para malaikat yang mulia lagi taat kepada Allah." (HR. Bukhari
Muslim, dari Aisyah ra)
Bayangkan, kedekatan dengan malaikat adalah
kedudukan yang sangat tinggi dan penuh kemuliaan.
4. Dua Pahala untuk yang Masih Belajar
Bagi yang baru belajar membaca Al-Qur’an dan masih
terbata-bata, jangan berkecil hati. Justru Allah memberikan dua pahala yaitu
pahala membaca dan pahala kesungguhan. Rasulullah Saw. bersabda:
وَاٌلَذِي يَقُراٌ القُرانَ وَيَتَتَعتَعُ فِيه وَهُوَ عَلَيهِ
شَاقٌ لَه اَجَران
"Orang yang membaca Al-Qur’an dalam keadaan
terbata-bata dan merasa berat, baginya dua pahala." (HR. Bukhari
Muslim)
Hal ini menjadi motivasi besar untuk terus
berlatih, karena usaha kita tidak akan sia-sia di sisi Allah.
5. Al-Qur’an Meninggikan Derajat
Al-Qur’an bukan hanya memberi pahala, tetapi juga
menjadi sebab seseorang diangkat derajatnya di dunia dan akhirat. Rasulullah ﷺ bersabda:
إِنَّ اللَّه يرفَعُ بِهذَا الكتاب أَقواماً
ويضَعُ بِهِ آخَرين
"Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dan merendahkan yang lain karenanya." (HR. Muslim, dari Umar bin Khattab ra)
Mereka yang dekat dengan Al-Qur’an akan dimuliakan, baik di sisi Allah maupun di tengah manusia.
6.Mendatangkan Ketenangan, Rahmat, dan Dikelilingi Malaikat
Membaca Al-Qur’an, apalagi bersama-sama di masjid atau majelis, membawa banyak keberkahan. Rasulullah Saw. bersabda:
وَمَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ
يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ، وَيَتَدَارَسُونَهُ بَيْنَهُمْ، إلاَّ نَزَلَتْ
عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ، وَحَفَّتْهُمُ
الْمَلاَئِكَةُ، وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ
"Tidaklah suatu kaum berkumpul di salah satu rumah Allah untuk membaca
dan mempelajari Al-Qur’an, kecuali akan turun kepada mereka ketenangan,
diliputi rahmat, dikelilingi malaikat, dan Allah menyebut-nyebut mereka di
hadapan para malaikat." (HR. Muslim, dari Abu Hurairah ra)
Ayat-ayat Al-Qur’an yang dibacakan dengan hati yang
khusyuk mampu menentramkan jiwa dan membawa suasana damai bagi semua yang
hadir.
7. Amalan yang Paling Dicintai Allah
Salah satu amalan yang sangat dicintai Allah adalah
menghatamkan Al-Qur’an. Dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dijelaskan
عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ : قَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ
أَيُّ الْعَمَلِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ؟ قَالَ : الْحَالُّ الْمُرْتَحِلُ - قَالَ
: وَمَا الْحَالُّ الْمُرْتَحِلُ؟ قَالَ الَّذِي يَضْرِبُ مِنْ أَوَّلِ الْقُرْآنِ
إِلَى آخِرِهِ كُلَّمَا حَلَّ ارْتَحَلَ
Dari Ibnu Abbas ra, beliau mengatakan ada seseorang
yang bertanya kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, amalan apakah yang
paling dicintai Allah?” Beliau menjawab, “Al-hal wal murtahal.” Orang ini
bertanya lagi, “Apa itu al-hal wal murtahal, wahai Rasulullah?” Beliau
menjawab, “Yaitu yang membaca Al-Qur’an dari awal hingga akhir. Setiap kali
selesai ia mengulanginya lagi dari awal.” (HR. Tirmidzi:2872,
Sunan Tirmidzi, Bab maa jaa-a annal-Qur’an unzila ‘alaa sab’ati ahruf, juz 10,
hal.202)
Ini menunjukkan pentingnya menjaga kesinambungan
membaca Al-Qur’an, bukan hanya membacanya sesekali.
Membaca Al-Qur’an bukan hanya membawa pahala,
tetapi juga memberikan manfaat besar yaitu menjadi syafaat di hari kiamat,
mendatangkan ketenangan, mengangkat derajat, dan membuat kita dekat dengan para
malaikat. Baik yang sudah mahir maupun yang masih belajar, semua mendapat
ganjaran istimewa dari Allah.
Mari kita jadikan membaca Al-Qur’an sebagai
kebiasaan harian. Mulailah dari yang ringan, misalnya satu halaman setiap hari,
lalu tingkatkan sedikit demi sedikit. Insya Allah, dengan istiqamah, kita akan
merasakan berkah dan kemuliaannya, di dunia maupun di akhirat.
Wallahu a'lam bishawab...
Penulis : Fadhilah